SALATIGA — Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi salah satu langkah awal bagi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Salatiga dalam mengenal lebih dekat lingkungan akademik yang akan mereka jalani. Bertempat di Ruang C8 dan C9, Gedung C Lantai 3, Kampus 2 UIN Salatiga, para mahasiswa baru mengikuti kegiatan pengenalan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang diisi langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia perkuliahan, arah akademik, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan selama menempuh studi di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Selain pengenalan program studi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengenalan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui lebih dekat organisasi kemahasiswaan di lingkungan program studi, mulai dari peran hingga ruang-ruang yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, membangun relasi, dan belajar berorganisasi selama menempuh pendidikan di Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Setelah mengenal lingkungan kemahasiswaan, mahasiswa baru kemudian mendapatkan gambaran mengenai perjalanan akademik yang akan mereka jalani. Dalam pemaparannya, Kaprodi memberikan penjelasan mengenai kurikulum, mata kuliah, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Salah satu program yang diperkenalkan adalah tahfidz yang meliputi Tahfidz Juz 30 dan Tahfidz Al-Qur’an Juz 1 sebagai bagian dari perjalanan akademik mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Pengenalan kurikulum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan perkuliahan membutuhkan kesungguhan dan konsistensi. Kaprodi mendorong mahasiswa untuk mulai membangun target akademik sejak awal dan tidak terlena dengan kenyamanan selama menjalani masa kuliah. Salah satu target yang disampaikan adalah upaya menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.
“Kunci utama untuk lulus tepat waktu adalah menjaga konsistensi dan menepis rasa malas dalam mengerjakan setiap tugas maupun proses akademik,” tegas Kaprodi di hadapan mahasiswa baru.
Target akademik tersebut tidak hanya berkaitan dengan waktu penyelesaian studi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan. Karena itu, Kaprodi turut memberikan gambaran mengenai berbagai prospek yang dapat ditempuh oleh lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melalui kiprah para alumni yang telah berkarier di berbagai bidang.
Di bidang akademik dan keilmuan, lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki peluang untuk berkiprah sebagai mufasir dan peneliti maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hingga doktor. Sementara itu, di bidang pemerintahan dan keagamaan, lulusan juga memiliki peluang untuk berkarier di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), di antaranya sebagai guru, penyuluh agama, hingga penghulu.
Beragamnya prospek tersebut menunjukkan bahwa perjalanan mahasiswa di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan membangun pengetahuan, keterampilan, pola pikir, serta sikap yang dapat menunjang perkembangan mereka selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Dalam hal ini, Kaprodi menekankan pentingnya menata dua hal mendasar sejak awal perkuliahan, yakni pola pikir dan pola sikap. Mahasiswa diajak untuk memiliki daya berpikir kritis dengan tidak hanya menerima suatu informasi begitu saja, tetapi berusaha memahami persoalan hingga ke akarnya serta mencari latar belakang dari setiap permasalahan.
Kemampuan berpikir kritis tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pendidikan yang humanis. Integrasi antara pendidikan kritis dan humanis diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memahami lingkungan, menghargai sesama, dan melihat berbagai persoalan secara lebih luas.
Dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses perkuliahan, mahasiswa juga diingatkan untuk memiliki keyakinan bahwa setiap ujian berada dalam batas kemampuan manusia. Prinsip tersebut sejalan dengan pesan dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Sebagai penutup, Kaprodi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan sarana penting yang dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Oleh karena itu, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diharapkan dapat mempersiapkan diri sejak awal, baik secara akademik maupun dalam membangun pola pikir dan sikap, sehingga mampu menjalani perjalanan perkuliahan dengan sungguh-sungguh serta mencapai tujuan yang ingin diraih.
Kegiatan pengenalan tersebut menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama beberapa tahun ke depan. Dengan bekal pengenalan program studi, pemahaman mengenai kehidupan akademik, serta pengenalan HMPS sebagai ruang berproses di lingkungan mahasiswa, para mahasiswa baru diharapkan mampu memulai perjalanan di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan semangat untuk terus belajar, berkembang, dan bertumbuh bersama.
0 Komentar