RUMPANG
Rahmatika sf_53020190097_IAT
Perlahan kau hadir
Sekedar menyapa
Kiranya, sejak detik itu kuputuskan mencinta
Sedari itu kau dan aku rumpang
Perlahan tanpa sapa
Teringat kata mereka
“Hanya rasa yang membedakan suasana”
Rupanya kau dan aku bungkam
Ah, sejak kapan kubodoh?
Kini, tak terpisah ruang
Namun, ku dan kau tak bersua juga dalam cinta
Pantaskah kusampaikan?
“Ketika hati harus melawan kenyataan
Aku yang berdiri lelah membeku tanpa suara
Kutunggu keanugerahan cinta
Ya.. Muqollibal Quluub
Akankah dia dapat berpindah hati?
Setiap jiwa dan raganya untuk sang perindu mimpi
Rindu yang sekian lama menggebu-gebu ingin bertemu
Sebab rindu ini seperti belati
Menyayat tiada henti”
0 Komentar