Cita-cita Untuk Cinta


Cita-Cita untuk Cinta

Asti Alisa Rahayu


 Malam selalu terasa sunyi

 Hembusan angin pun mengiringi 

 Seolah merasuk jiwa ini

 Yang penuh akan penyakit hati 

 Entah itu benci, dengki atau sekedar rasa iri

      

 Untuk yang pernah ku kagumi

 Sosok malaikat baik hati

 Selalu mengerti

 Mungkin sampai detik ini belum bisa terganti

 Terima kasih pernah singgah di hati


Sejak ku mengenalmu 

Mulai ada rasa yang baru

Entah rasa suka akan dirimu

Atau sebatas menjadi pengagummu

Juga penikmat senyummu


Kala kita jumpa

Meski tak saling sapa 

Mungkin hanya sekedar senyum saja

Aku bahagia, karna rasa yang ada

Entah sekedar suka atau memang cinta ? 


Namun, saat ku tau

Rasamu bukan untukku

Semua rasaku perlahan menjauh darimu

Hanyut bersama lukaku

Juga rasa kecewa ku


Karna ku tau

Bukan aku yang kau mau

Bukan aku yang kau tunggu

Seolah kau tak malu

Hanya mencariku ketika kau perlu


Sejak saat itu, 

Berharap pada dirimu

Hati ini sudah tak mau

Untuk sekedar menerimamu

Meski sebagai teman candaku


Dalam sabar terselip sadar

Untuk kembali bersandar

Entah lama atau sebentar

Rasa pun kian memudar

Bagai kertas putih yang terbakar


Harapku cuma satu

Semoga bahagia menyertaimu

Pilih jalur yang kau mau

Aku kan berjuang untukku 

Layaknya kau berjuang untuk dirimu


Karna aku hanyalah sang pendamba

Sosok lemah tak berdaya

Bimbang akan rasa

Dengan banyak rencana

Namun belum terlaksana


 Apalah dayaku

 Manusia bagai butiran debu

 Hidup penuh lika-liku

 Problema-pun datang satu persatu

 Namun aku , 

 Tak kunjung menemui titik temu


Meski lelah

Tubuh pun mulai lengah

Jiwa ikut melemah

Ingin berhenti melangkah

Atau rehat sejenak tuk menata arah


Hidup selalu tentang pilihan

Cinta untuk cita-cita ?  

Atau cita-cita untuk cinta ? 

Aku pun memilih sedikit menjauh dari cinta

Agar tak mati rasa dan tetap fokus pada rencana


Kupilih orang tua

Sebagai prioritas utama

Yang selalu berdoa

Pada sang maha kuasa

Untuk kebahagiaan putrinya


Janjiku

Untuk masa depanku

Juga orang tuaku

Untuk meraih togaku

Sebelum baju pengantinku


Salatiga, 19 Maret 2021


 

Posting Komentar

0 Komentar