Kumparan rindu
Rizqi Aula
Ketika sama sama memandang langit
Menginjak tanah yang sama rata
Namun, jauh Dimata
Ketika tuntunan hidup menekan hati
Namun harus berkorban rasa
Rasanya rindu ini menumpuk
Menguning hingga hampir rapuh
Langkah makin bergetar lapar
Tangan perlu untuk mendekap
Tetapi dirinya lah yang berjuan
Membuat nafas ini bertahan kuat
Ia paham jika hanya jarak yang jahat
Hati tetap bertahan dalam kesakitan...
Menunggu dengan sabar adalah keutamaan
Menunggu adalah latihan menjadi kuat
Ia paham
Jika bicara tanpa temu
Tetapi terasa dekat
Ia paham
Sebuah kabar adalah
Seperti dia ada dan selalu ada
0 Komentar