Duka Lara dan Rindu


Duka Lara Dan Rindu

Ilma Musyarif


Kunang-kunang melayang-layang,

Bulan membelah malam mengenang,

Angin semilir mengusap tubuh terlentang,

Di pinggir kota banjir rindu menggenang.


Malam masih dengan pekatnya,

Bulan masih dengan rona indahnya,

Semerbak wewangian cinta bertebaran,

Menemani seseorang yang sedang kecanduan.


Duka lara dan rindu masih menyatu,

di sekujur tubuh manusia membekas pilu,

rindu tetaplah menjadi rindu,

meski nestapa membentur tanpa ragu.


Tubuh kurus kering itu kesepian,

Dihantam kerasnya kehidupan,

Dikepung segala kenang dan keadaan,

Tercabik-cabik sembilu yang bersahutan.


Namun hidup tetaplah hidup,

Sesakit apapun kau tak boleh redup,

Sesulit apapun kau tak boleh gugup,

Karena asa harus tetap hidup.


Meski nestapa merajalela,

Namun harapan harus tetap menyala,

Meski rindu tak kunjung temu,

Mencintaimu tetaplah menjadi jalan ninjaku.

 

Posting Komentar

0 Komentar