"Untuk Serdadu Pembawa Kalbu"
Oleh : Rafsanjani
Teruntuk kesatria negara yang aksa.
Daku jatuh pada prjurit negeri ini.
Katanya indah, benar katanya.
Wahai jendral, hamba ingin bercerita.
Kiranya dulu khawatir adalah perkara selir.
Tapi kini khawatir adalah perkara nyawa dan kematian.
75 Tahun berlalu, lelaki itu kini menjadi salah satu prajuritmu.
Wahai jendral.
Rumahnya bukan lagi bundanya, apalagi hamba.
Batlyon dan barak adalah tempat pulangnya.
Aku ingat ketika dia berpamit menuju purwa.
Hamba bergeming "berjanjilah untuk pulang bang!".
Kau tahu? Hanya senyum manis tergaris dimulutnya yang penuh perjuangan.
Wahai prajurit.
Engkau adalah harta bangsa namun engkau pula yang harus melindungi bangsa.
Jangan lupakan "Pergi untuk negeri, pulang untuk cinta."
Teruntuk prajurit termuda era ini.
Aku merindukanmu wahai pahlwan infanteri. Berjanjilah untuk bertahan hingga dinda membantumu berpindah, dari Barak menuju Rumah Hijau Perjuangan.
Purworejo, 28 September 2021.
0 Komentar